November 2009 lalu IPv6 engineer google menyatakan akan memprioritaskan google IPv6 pada Youtube [1]. Akhirnya sekarang Youtube telah menjalankan IPv6 secara diam-diam [2].
ini dia yang ditunggu-tunggu :
TCP_MISS/200 37611918 GET http://v4.lscache7.c.youtube.com/videoplayback? – DIRECT/2001:4860:4001:402::19 video/mp4
link terkait :
[1] http://www.networkworld.com/news/2009/112009-google-ipv6-youtube.html
[2] http://www.networkworld.com/news/2010/020110-youtube-ipv6.html
Menjadi sysadmin harus melakukan update dan upgrade suatu sistem secara berkala, namun tidak perlu terlalu sering. Secara istilah, upgrade berarti melakukan perubahan menuju standar yang lebih tinggi untuk meningkatkan performa atau membuat sistem lebih baik. Update adalah membuat sesuatu menjadi lebih modern (up-to-date), update ini biasanya terkait masalah bug fix dan security patch.
Tidak perlu khawatir jika sistem yang diupdate bersifat redundant karena terdapat failover jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, dengan adanya sistem redundant proses update dapat dilakukan seamless sehingga tidak perlu announcement kepada user yang menyatakan bahwa sistem akan dimatikan selama beberapa saat karena proses upgrade. Sistem yang redundant biasanya dilakukan update pada salah satu server. Setelah memastikan semua aplikasi berfungsi dengan baik pada server tersebut, lalu update server lainnya.
Bagaimana jika sistem tidak redundant? Proses yang cukup menegangkan. Planning harus dilakukan dengan baik, mempersiapkan backup agar dapat rollback ke sistem sebelumnya, menjadwalkan downtime, dan memberikan announcement kepada user. Satu hal lagi, proses upgrade/update harus dilakukan pada malam hari untuk meminimalisir efek downtime bahkan harus dilakukan tengah malam (weekend pula). Alasannya, pada malam hari dan weekend terdapat lebih sedikit user yang mengakses ketimbang jam kerja. Update pada weekend juga terkadang memberikan waktu yang lebih leluasa karena proses update bisa dilanjutkan besoknya (malam mingguan) jika belum selesai.
Secara teknis, update/upgrade adalah proses umum dengan step-by-step yang sudah jelas sehingga tinggal dilakukan saja (just-do-it). Namun, melakukan upgrade bagi saya seperti ada perasaan yang berbeda dan menegangkan. Bagaimana jika sistem gagal? bagaimana jika ada data yang corrupt?. Walaupun sudah direncanakan dengan baik, tetap saja perasaan tegang tetap muncul. Sehingga, saya tidak lupa untuk membaca Basmallah ketika menekan tombol Enter dengan harapan tidak terjadi sesuatu.
Mengapa tekanan batin itu bisa terjadi? Karena saya melakukan upgrade untuk pertama kalinya pada suatu sistem. Teringat pengalaman 3 tahun lalu ketika pertama kali memaintain proxy server yang diakses oleh 4000 user per hari. Untuk melakukan perubahan konfigurasi saja harus penuh kehatian-hatian, diteliti ulang, dan lagi-lagi pada malam hari. Sekarang sih.. siang-siang juga dihajar gan..update..update..update..
Saya yakin ini tidak seberapa ketimbang rekan-rekan yang sudah bekerja di dunia telekomunikasi dan industri yang katanya bisa dimarahain customer.

ternyata kenceng juga.. :p
Melihat postingan terakhir saya yang bertanggal 12 November 2008, ternyata hampir satu tahun tidak pernah posting. Selamat berjumpa kembali. Situs ini saya tujukan sebagai “documentation project” untuk hal-hal yang akan dan telah saya lakukan selama ini di depan layar komputer. Beberapa perubahan dalam blog ini, sedikit namun bersifat fundamental (dan filosofis barangkali :p), antara lain :
1. Domain menggunakan dynsrv.info sebagai primary.
2. Tagline ditambahkan “a little bit technical” sebagai dokumentasi dari semua oprekan, pekerjaan, pelajaran, dan apapun yang bersifat “agak sedikit teknis”.
FAQ
Mengapa .info?
Saya googling untuk mencari layanan domain berbayar yang murah. Ternyata salah satu penyedia layanan domain sedang ada diskon untuk .info. Hehe.
Dynsrv.info menggunakan layanan domain mapping dari wordpress seharga $9.97. WordPress dipilih karena cukup reliable dan memang difokuskan untuk menulis, sedangkan oprekan menggunakan dynsrv.co.cc.
Apakah dynsrv?
Alamat DynSrv saat ini adalah dynsrv.co.cc (masih domain gratisan, semoga segera bisa menjadi .net). DynSrv adalah singkatan dari Dynamic Server. Mungkin anda pernah tahu layanan DynDns (Dynamic DNS). DynDns memberikan domain tetap untuk alamat IP yang berubah secara dinamis. Sama halnya dengan Dyndns, Dynsrv memiliki domain tetap untuk keadaan yang dinamis karena state server selalu dinamis.
Mumpung masih bulan November dan Windows baru saja berulang taun yang ke-25 pada 10 November lalu.
link terkait :
http://osnews.com/story/20520/Windows_Turns_25
1. SMS si cewek berlebihan. Kalau tidak tiga kali sehari, ya tujuh kali sehari. Jika tidak dibalas, cowok biasanya berulang kali mengecek folder sent items atau mengirimkan kembali SMS kepada si cewek untuk bertanya apakah dia telah menerima SMS-nya tadi.
2. Menyogok si cewek dengan terus berusaha mengajak makan malam, membelikan ini itu, bahkan yang tergolong mahal.
3. Rela menunggu jarum jam menunjuk angka 12 saat ulang tahunnya supaya menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat.
4. Menjadi (sok) romantis dan sangat melankolis, seperti memberi bunga, menuliskan puisi, dan mendengarkan lagu-lagu mellow.
5. Superperhatian
6. Berupaya menyiapkan segala sesuatu yang superspesial, yang cowok lain tak pernah lakukan, seperti menyiapkan sebuah CD yang berisi lagu-lagu kesukaannya atau membelikan boneka yang dia suka.
7. Menjadi Yes Man, sulit berkata tidak ke cewek tersebut.
8. Berani (nekat) membatalkan kegiatan dengan teman-teman nongkrong, bahkan keluarga sendiri, untuk menemani gebetan/pacar dalam kegiatannya.
9. Curhat tak berhenti.
10. Terlalu banyak berpikir hingga sering berpikir negatif terhadap diri sendiri, apalagi jika si cewek tak membalas SMS kita.
11. Berusaha menyukai dan melakukan kegiatan dan kesukaan si cewek, bahkan rela meninggalkan kebiasaan demi kemauan si cewek. “Misalnya, meninggalkan hobi olahraga atau grup band kita atas permintaan dia,” ujar Jet.
12. Menjadi terlalu sopan, baik cara duduk, cara makan, penggunaan bahasa sehari-hari, dan nada suara di telepon. Intinya, jaim! Kita tidak menjadi diri kita sendiri.
13. Menjadi super gentleman
14. Membadut, membiarkan diri menjadi bahan lelucon.
15. Cari tahu soal kesukaan dan kepribadian si cewek dari teman dekat atau anggota keluarganya.
16. Merancang games ‘Kakak-Adik’. Menempatkan diri sebagai kakak dan si cewek sebagai adik. Padahal bukan jaminan, hati si cewek akan terpaut pada kita.
17. Takut terlihat mengejar cewek lain.
Wah, dari 17 kesalahan tersebut hampir sebagian besar pernah gw lakukan.. pantes ga dapet-dapet..
sumber : www.kompas.com
Barusan iseng baca komentar-komentar di Crash.net mengenai berita MotoGP San Marino kemarin yang dimenangkan oleh Valentino Rossi. Ada sebuah postingan komentar yang menarik yang tulisanya seperti ini :
Rossi after his Valencia fall, 2006: “When you fall, is always a mistake…”
Stoner after his Misano fall, 2008: “The tyre just let go”
Jujur saja, saya pribadi pernah menjadi fans Casey Stoner disaat awal kepindahannya ke kancah kelas primer MotoGP pada tahun 2006. Saat itu Stoner dan Pedrosa sama-sama pindah ke kelas utama MotoGP. Namun, sejak awal saya memang tidak respek terhadap Pedrosa yang bagi saya kurang murah senyum. Sebagai penikmat MotoGP, saya lebih menyukai sosok yang penuh senyum dan berkharisma walaupun dia memiliki skill membalap yang tinggi. Akhirnya saya lebih menyukai Stoner sebagai penerus icon MotoGP setelah Valentino Rossi. Sayangnya, respek saya terhadap Stoner memudar sejak ia menjadi Juara Dunia MotoGP.
MotoGP adalah suatu hiburan olahraga, bukan balapan sendiri tanpa penonton. Penonton tentunya ingin mendapatkan kepuasan dari tayangan MotoGP. Sebagai seorang olahragawan dan figur pembalap MotoGP ternyata Stoner tidak dapat memberikan kepuasan terhadap penikmat MotoGP. Selain kurangnya pengalaman dan umur yang masih muda, ternyata Stoner juga masih belum bisa menerima keaadan dirinya. Tiga kali terjatuh dalam tiga kali balapan bukan hal yang biasa. Ban, motor, pembalap lain, bahkan kerikil gravel pun menjadi ‘kambing hitam’ MotoGP musim ini. Itulah sebabnya mengapa Rossi masih menjadi icon MotoGP hingga saat ini. Kembali ke tahun 2006, saat Rossi kehilangan titel di seri akhir MotoGP karena terjatuh, dia tidak menyalahkan apapun. Terjatuh adalah suatu kesalahan murni dirinya.
Banyak hal yang bisa diambil dari kutipan komentar diatas. Terkadang manusia memang tidak bisa menerima keadaan dirinya sehingga dicarilah kambing hitam di luar sana. Saya pribadi sering mencari kambing hitam, apalagi ketika mendapat nilai Jelek. Entah dosennya gak enak, entah pelajarannya susah, entah waktu gw abis kebuang gara-gara si anu, dan masih banyak lainnya. Padahal, nilai jelek adalah murni kesalahan gw yang gak pernah belajar. Hehehe..



