Apresiasi Seni Rupa

2007 August 15
by Wildan

Saya sangat sedih bahwa banyak orang yang sering mengabaikan profesi seniman, terutama seni rupa. Mungkin orang menganggap bahwa itu adalah profesi yang tidak jelas, tidak dimengerti, atau tidak berdaya guna. Sebagai contoh, misalnya saja sebuah sculpture pada suatu lingkungan entah kampus atau kompleks perumahanan. Katakanlah patung tersebut terbuat dari logam yang mahal, dan bagi sebagian orang benda tersebut memiliki bentuk yang tidak jelas. “Ah, apaan tuh?, ngalangin jalan aja”. Menurut saya ungkapan tersebut adalah ungkapan yang sangat tidak menghargai profesi lain.

Dunia tanpa seni jadi sangat kering, tidak ada unsur ketenangan dalam jiwa. Seni tidak dapat dinikmati dengan sekilas (blink?). Anda harus meluangkan waktu sejenak untuk menikmatinya. Jika anda memang memiliki “sense of art“. Maka anda akan mengerti mana benda yang memiliki rupa yang indah dan yang tidak. Jika sense ini lebih tinggi lagi, maka anda akan dapat menilai karya tersebut. Penilaian disini bukan sebagai kritik membunuh. Kritik membunuh adalah suatu kritik yang tidak memberikan solusi! Contohnya, “Benda itu jelek..! “(Hah??). Okay, ketika anda mengatakan seperti itu, anda harus mengetahui dimana letak kejelekannya (ini baru kritik membangun). Misalnya terdapat suatu lukisan, kritik anda dapat dilontarkan dengan memberikan masukkan bahwa lukisan tersebut kurang memiliki unsur warna merah sehingga kurang enak dilihat. Atau suatu handphone, “Wah, bentuknya kurang macho, terlalu kaku nih”. Anda dapat mengatakan bahwa handphone tersebut memiliki bentuk yang terlalu kaku. Perkataan tersebut dapat dikategorikan sebagai kritik membangun.

Memang, penilaian terhadap bentuk (seni) suatu produk lebih mudah daripada menilai suatu benda yang benar-benar benda seni. Tetapi sekali lagi saya katakan, coba lah anda lihat benda tersebut barang beberapa menit. Maka anda akan mengerti bahwa benda tersebut begini-begitu. Jika anda memang tidak bisa memahami keindahan dari benda seni, maaf, anda memang tidak memiliki “sense of art”. Tetapi tidak sepenuhnya seperti itu, karena tidak semua benda seni itu sukses. Artinya, benda tersebut mau dilihat berapa lama pun memang kurang bagus. :p

7 Responses leave one →
  1. 2007 August 19

    ngeri situ yah. tulisannya berat sekarang.
    seni itu dinilai dari hati kalo menurut gw, bukan pake logika.
    :D

    -IT-

  2. 2007 August 19

    Pake dua-duanya kalau menurut gw.. tidak seperti cinta, cinta itu buta. Logika tidak dapat menjelaskan cinta. Wakaka..
    Sedangkan seni masih dapat dijelaskan. Namun, hanya perasaan yang akan memberikan apresiasi terhadap seni tersebut.

  3. 2007 November 22

    Bangsa kita masih banyak orang2 yang masih terbelakang cara berfikirnya dan menyikapi terhadap Seni. eh, mikirin berkesenian yang notabene pakai kenikmatan kata hati, terkait dengan kepribadian seseorang sebagai pengungkap rasa dan hati, serta intuasi,ataupun kejiwaan,terlebih dengan Imaginasi yang terkadang tak kasat dengan realita alam.
    yah, demikian tugas kita sekalian untuk mengajak dan memberikan dasar pemahaman terhadap siapa saja yang kurang dan belum banyak memahami makna dan manfaat berkesenian untuk sebuah pembabaran dan pengharganan penciptaan karya seni.Tak tampak jelas eksesnya secara langsung bagi penikmat seni baik lewat indera Rasa,Mata,telinga,hati,akan tetapi tanpa disadari oleh siapapun orang-orang yang tak banyak berkecimpung di dalamnya.
    Adalah satu poin penting dalam Seni makna dan manfaat bagi manifestasi kehidupan manusia dirasakan secara langsung, tanpa banyak dibutuhkan komentar,pendapat fanatism yang berlebihan.
    Hal ini perlulah kita sadari Dunia Seni adalah bagian dari Kebudayaan Manusia yang muncul dan berkembang terus dan yang hakiki sebagai mana bagian dari ibadah Manusia dalam memuja Tuhannya, dan serta merta bagi kita tidak harus memaksakan kehendak bagi orang lain yang kurang perhatian khusus dan tak suka terhadap Seni itu sendiri sedangkan sudah dengan pelbagai penjelasan dan perdebatan pemahaman .
    Bagi kita terserah, harus dapat memilah-milahkan karya seni yang masih merupakan penjajakan eksplorasi mencari jati diri dan berkembang terus(seni untuk seni),atau karya seni yang diaplikasikan pada satu kebutuhan manusia sebagai penyerta dan pendamping, melengkapi sisi manfaat dari sesuatu yang memiliki satu tujuan dengan segala manifestasi kepentingan.
    Semoga dikhasanah Berkesenian di bangsa ini semakin dan semakin berkembang terus tanpa mempedulikan pada komunitas yang kurang peduli perkembangan Budaya Bangsa ini,niscaya suatu saat kita semua dapat memetik hasil dari buah yang ranum. Salam dari Mojokerto.

  4. 2009 June 23
    Nunu permalink

    Secara ekstrem ada orang yang bilang kalo seniman itu ga waras, lantaran jalan pikiran mereka yang susah dimengerti. Sebenernya bukan merekanya yang ga waras, tapi kitanya aja yang belum bisa mengerti jalan pikiran mereka…. ^_^

  5. 2009 August 31
    Bimo permalink

    sangat jelek , kalu perlu dikasih yang telanjangan

  6. 2009 September 28
    dian permalink

    menurut gue, seni itu sesuatu yang sangat indah. Suatu perasaan yang mengalir dari seorang yang berjiwa seni.

  7. 2009 October 18
    becks_10 permalink

    Mnurut gw bro smua org berhak pnya cara pandang thd seni. Seni itu estetika(keindahan). Tapi jgn lupa d dlm seni jg hrs mnjunjung tinggi nilai etika (kesopanan). Tak hanya musik, bgi gw football jg merupakan seni (art of sport)_

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS