Skip to content

Profesi Paling Menderita Pasca Kenaikan BBM

May 24, 2008
by Wildan

Menurut anda, profesi apakah yang paling menderita ?

Supir angkot! Ya, menurut saya mereka lah yang paling menderita pasca kenaikan BBM. Biaya yang dikeluarkan untuk sekali jalan sudah tentu naik. Mereka juga harus menghidupi anak istri dengan profesinya. Terakhir, mereka ditinggalkan oleh penumpang-penumpang yang ingin irit. Saya yakin taraf hidup penumpang-penumpang tersebut lebih dari supir angkot. Apakah supir angkot bukan rakyat kecil ? Apakah mereka protes dengan kenaikan BBM ?

Tempat favorit saya saat naik angkot adalah tepat dibelakang supir. Dari sana saya bisa melihat wajah pak supir dari spion. Selanjutnya, terserah anda apa yang akan anda lakukan sebagai penumpang. :-)

===

Update :

Barusan lihat di-TV, ternyata sopir angkot di sejumlah daerah mogok narik pasca kenaikan BBM. Tetapi alasannya sangat logis, meminta tarif naik. :-) . Ayo para penumpang angkot, tau diri ya.. Hehe..

19 Comments leave one →
  1. May 24, 2008 1:11 pm

    Setuju juragan…!! Kasian banget supir angkot, sopir angkot jelas2 terkena dampak dari kenaikan harga BBM. Yang saya lihat, mereka sempat protes, tapi tidak protes seperti mahasiswa yang mengaku aktivis tapi bertindak anarkis. Wajar kalau mereka protes! Kalau mahasiswa protes?hmmm, jawab sendiri… :D

    Biasanya suka kesel juga sih ama supir angkot yang suka ugal2an nyelonong2 gitu, tapi kalau inget mereka orang susah yang harus kejar setoran, yaahh, doakan saja semoga mereka kuat dan tabah menghadapi hidup…

  2. May 24, 2008 1:16 pm

    @Angga
    Setuju, Bapak supir angkot aja gak protes. Masalah utama rakyat kecil adalah efek domino dari kenaikan harga BBM, yaitu harga seluruh barang naik, sembako naik, dsb. Bukan masalah ongkos kesana-kemari yang naik.

  3. May 24, 2008 5:18 pm

    kalo pengen subsidi BBM yang tepat sasaran, subsidilah angkutan umum massal, cem angkot, bis ekonomi,n kereta ekonomi . Biar moda transportasi ini tetap ramai bukan malah kendaraan pribadi yang ramai.

  4. May 24, 2008 6:42 pm

    tukang ojeg atu lagi

  5. May 24, 2008 6:52 pm

    setuju dah, harusnya trnsportasi umum yang di benahi dan perbaikan sistem transportasi umum di Indonesia at least di kota2 besar supaya masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi seperti di luar negeri

  6. May 24, 2008 7:08 pm

    Tepat dibelakang supir buat ngliat muka supir?

    Rada merinding gw..:p

  7. May 24, 2008 8:46 pm

    Presiden bos, disumpahin sama seluruh penduduk indonesia
    :lol:

  8. May 24, 2008 11:18 pm

    Hari ini coba ngelebihin bayar angkot karena bensin naek. Eh ternyata dibalikin kelebihannya. Jadi terharu dengan supir angkot ini. Biarpun harga bensin naek tapi dia tetep gak nyusahin penumpangnya. Salut….
    (apa sopirnya lupa kalo BBM udah naek ya?)

  9. May 25, 2008 5:52 pm

    Sopir angkot sih masih rada enak. Kita tinggal tanya “sabaraha” dan dia boleh nyebut angka seperlunya dia. Kalau ojeg nih, suka ngejawab “terserah aja” — bikin serba salah aja. Apa harus ditambah 30% juga? What do you guys think?

  10. May 25, 2008 7:19 pm

    @Koen

    Hahaha.. bikin kita pusing ya. Tapi kalo mang ojek pake Karisma, harusnya untung besar tuh, rekornya kan 1:100-an. Hehe..

  11. May 25, 2008 7:19 pm

    Yg paling menderita mah profesi mahasiswa miskin seperti saya. :lol:

  12. May 25, 2008 7:26 pm

    @GM

    Nah, mahasiswa..berarti masih bisa kuliah.. Hehehe.. Apalagi masih bisa bayar bandwidth buat comment di-blog.. hehehe.. peace yo.. :D

  13. May 26, 2008 10:17 am

    yap memang yang paling menderita itu sudah pastinya sopir ancot…

    *jadi teringat beberapa jam sebelum kenaikan BBM dan ganti 4x ancot jurusan sama dan menampung banyak curhatan dan makian dalam semalam…

    pfhew…

  14. May 26, 2008 10:36 am

    Bukannya yang menderita itu yang menumpang angkot?

  15. May 26, 2008 11:05 am

    sepakat perbaiakn transportasi nasional!!!!

  16. May 26, 2008 10:54 pm

    jangan lupa juga nelayan. bukan mereka sendiri yang pengen keliling2 di tengah laut menghabiskan solar, bukan? :)

  17. May 27, 2008 12:37 pm

    @ikram

    Betul. Saya setuju. Harga solar yang naik juga membebani para nelayan. Semoga tidak ditinggal ikan-ikan di laut.

  18. May 28, 2008 9:44 pm

    welcome says : I absolutely agree with this !

  19. July 7, 2008 3:56 pm

    ya coba tiru negara lain yg disubsidi kendaraan umum jd kendaraan pribadi kena charger lebih mahal. jd pengen ngerasain trem dalam kota

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Subscribe to this comment feed via RSS