Skip to content

Momen yang Tidak Tepat

May 27, 2008
by Wildan

Iseng-iseng baca berita Terpopuler di situs kompas, ternyata aksi demonstrasi sejumlah Universitas di Jakarta tidak menarik simpati masyarakat sekitar. Ada apa gerangan? Mungkin momennya kurang tepat.. Untuk lebih serunya, silakan anda baca komentar-komentarnya..

Ini salah satu komentar yang menarik bagi saya :

bl@ckmamba @ Selasa, 27 Mei 2008 | 13:46 WIB
jadi ingat komentar senior saya di kampus (mantan aktivis kampus).. “tau salah satu penyebab negara gak maju2?”, lanjutnya “lha wong mahasiswanya dari dulu sibuk demo melulu, gak ngurusin bidangnya masing-masing. kapan sejahteranya negara klo kek gini..?? “. menurutku memang ada benarnya juga, alangkah baiknya apabila mahasiswa memberikan solusi cerdas dan konkret dalam menyelesaikan permasalahan bangsa….

Keadaan ini sepertinya jauh berbeda dengan Tahun ’98 dahulu..Saat itu saya masih SD dan dagang nasi timbel di Jalan Ganesha.

15 Comments leave one →
  1. May 27, 2008 11:21 pm

    Betol itu Bung Wildan…!! Ngapain juga mahasiswa demo mlulu…?? Demo tidak menunjukkan bahwa mereka kaum intelek. Emang mereka udah menguasai bidang perkuliahan mereka..?? Curiga mereka termasuk seperti kita2 yang baru lulus Medan setelah ngambil lebih dari satu kali… :mrgreen:
    tapi kita kan ndak demo, hehehe…:lol:

  2. May 28, 2008 6:51 am

    “kami gak konsen dalam pendidikan karena masih ada kemiskinan dimana – mana… ”
    :lol:

  3. May 28, 2008 6:59 am

    lo pernah jualan nasi timbel? :lol:

    ckckck.. dulu jualan nasi timbel sekarang jualan domain :mrgreen:

    tul.. mahasiswa yang demonya anarikis udah tua jadi jalmi teung manpaat,,

  4. May 28, 2008 7:30 am

    akhirnya gua kira gak ada yang satu pemikiran :D .

    yah yang penting solusi konkrit kalo demo mah rakyat (selain mahasiswa) juga bisa

  5. May 28, 2008 7:42 am

    yah….posisi mahasiswa kan bukan sebagai pemberi solusi mereka baru sampai taraf memberi dorongan……

  6. May 28, 2008 9:49 am

    Demo kan juga sebagian dari cerminan kepedulian dan keprihatinan.
    Yang jadi masalah kan kalau merusak..
    Na..ini polisinya koq ya ikut2 merusak juga..

  7. May 28, 2008 10:31 am

    jangan minta mahasiswa utk bikin solusi cerdas. orang namanya lagi belajar, jangan terlalu berharap bisa bikin solusi cerdas tok-cer, bukan berarti mahasiswa tidak bisa kasih solusi ya, tapi jangan terlalu berharap :D

    yang penting, kalau mereka mau mengajukan aspirasi gunakan media lain yang lebih elegan. demo dijalanan sudah tidak menarik simpati masyarakat. apapun bentuknya, mo aksi damai, mo aksi anarkis. semuanya sama saja. bikin jalanan macet.

    (khususnya di jakarta), rata-rata karyawan berangkat pagi dari daerah pinggiran jakarta. kalau misalnya di daerah cawang diblok sama yang mengaku MAHASISWA di UKI, kasihan mereka. sudah gajinya pas-pasan, harus menerima masalah baru lagi kemacetaan. dateng ke kantor telat, kena damprat bos ah… hidup kok makin susah :)

  8. mariska permalink
    May 28, 2008 11:53 am

    kasihan banget mahasiswa…. klo demo mah, ibu ibu kampung, preman, anak kecil juga bisa……
    emang betul demo pakai senjata tajam, bom molotov?… kalau itu bukan dari maasiswa trus ngapain mo di tunggangin..?
    saya yakin mahasiswa kita ndak seburuk itu…..

  9. May 28, 2008 12:36 pm

    @Fajar
    Hahaha..jadi aja ujiannya gak bisa

    @Ridwan
    Pernah bos, krismon 97 dampaknya kemana-mana, termasuk ke keluarga gw. Ya, namanya hidup, berputar seperti roda. Dulu tendanya di Jalan Ganesha sebrang Salman. Kalo kata orang sunda mah, gw ikut ngeladangin bos.. Hari favorit pedagang nasi adalah hari Jumat. Omzet naik bos kalo ada demo. :)

    @bayuhebat
    Betul, konkrit aja sekarang. Karena tidak semua orang bisa menikmati sekolah, apalagi kuliah.

    @Yogie
    Memang, tapi kita dalam tahap pembelajaran untuk memberikan solusi. Kalau dalam tahap pembelajaran ini udah menyimpang. Solusi apa yang akan kita bisa berikan nantinya?

    @Kang Herry
    Betul Kang, sepertinya kalau lihat di TV sekarang orangnya sedikit tetapi chaosnya banyak. Nah, polisi juga manusia. Siapa yang gak kesal kalau dilempar molotof atau batu. Tapi seharusnya jangan sampai merusak juga sih ya. :-)

    @Kang Cecep
    Betul Kang, mungkin kang cecep yang tinggal di Jakarta tahu bagaimana rasanya menjadi karyawan yang terkena kemacetan akibat demo. Hehehe.. Kuliah dibayari orang tua aja masih mengganggu orang yang mencari rezeki.

  10. May 28, 2008 2:46 pm

    pengen ngomong…
    tapi gak ngerti apa-apa…
    diem aja deh…

  11. penyokongpaklah permalink
    May 28, 2008 5:06 pm


    COBA LIAT SITUS:
    rompaklah-malingsia.blogspot.com

  12. May 30, 2008 2:09 pm

    Ok lah… setuju aja… kita coba kontribusi yang positif.

  13. June 3, 2008 11:04 am

    test komentar..

  14. June 19, 2008 7:32 pm

    wkwk, setuju mas Wildan. Solusi konkret yang penting (plus mastering bidang sendiri tentunya :mrgreen: )

    btw, amazed juga tau mas pernah jualan nasi timbel :eek:

  15. July 7, 2008 3:54 pm

    la klau ga didemo masyarakaya ga tau, udah didemo banyak yg sumpahin. udah lulus bingung cari kerja. memang susah klau kuliah cuma mengikuti arus. jadi manusia harus punya tujuan

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Subscribe to this comment feed via RSS